5 Skincare Andalan Setelah Menikah

Pelembab Viva, bedak Marcks dan sunblok Skin Aqua. Dokpri

Kalau ngobrolin tentang skincare, aku sering merasa muda lagi πŸ˜†. Loh kenapa? Jadi inget jaman masih kuliah dulu, suka banget cobain skincare hasil dari kepoin websitenya Female Daily. Kenal dengan produk-produk skincare dari Filipina, Korea dan Jepang juga hasil berkunjung ke Female Daily. 

Kebutuhan skincare berbanding lurus dengan penghasilan saat itu. Apalagi temanku yang sering jualan skincare korea sudah memutuskan untuk berhenti jualan, nah semakin susah juga dapat sampel skincare korea yang harganya miring. Semakin menjelang lulus kuliah, semakin sering mencari skincare substitusi yang harganya lebih miring dan mudah didapatkan. Alasannya adalah budget, ya ketika memutuskan resign dari pekerjaan tetap, otomatis budget untuk skincare harus ditekan termasuk budget untuk facial ke klinik kecantikan πŸ˜‚. 

Awal-awal menikah, aku masih memakai skincare komplit dari dokter Wisnu, Prambanan. Tetapi setelah mengetahui bahwa aku hamil, skincare kelas berat seperti itu aku stop. Kemudian aku memutuskan kembali ke skincare buatan dalam negeri yang harganya terjangkau dan aman untuk ibu hamil. Kebiasaan menggunakan skincare buatan dalam negeri ternyata berlanjut hingga sekarang.

Dibawah ini adalah penampakan-penampakan skincare yang aku gunakan saat ini. 
Facial foam Larissa dan Sabun Kojie San. Dokpri


1. Pembersih wajah & body butter dari Larissa
Untuk pembersih wajah, aku tetap kembali ke Larissa Facial Foam tea tree. Setelah menikah, facial foam yang aku gunakan juga digunakan oleh suami padahal jenis kulit kami berbeda. Suami memiliki jenis kulit wajah berminyak, sedangkan aku jenis kulit wajahnya kombinasi. Setelah tergoda diskon disana sini ternyata yang cocok di kantong dan bisa dipakai berdua hanya Larissa Facial Foam Tea Tree ini.
Body butter Larissa. Dokpri

Kalau body butter,aku selalu percayakan ke Larissa juga karena body butternya bisa melembabkan kulit kering di tumitku tanpa waktu lama. Wangi body butter Larissa juga seperti adonan kue jadi sukses bikin lapar. πŸ˜‚

2. Kojie San Soap
Sabun dari Filipina ini memang luar biasa, beruntungnya saat ini produk-produk Kojie San sudah diimpor oleh PT IUCP jadi mudah didapatkan di supermarket terdekat. Selain itu harganya juga lebih terjangkau. Aku biasanya pakai sabun Kojie San saat mandi sore saja karena sabun ini mengandung kojic acid, yang akan mengangkat sel kulit mati. Cara pakainya busa didiamkan di kulit selama 3 menit lalu dibilas. 


Pelembab, bedak Marcks dan Sunblok Skin Aqua. Dokpri

3. Produk Viva : Pelembab dan Hand Body Lotion
Untuk pelembab, aku pakai pelembab yang dikeluarkan oleh Viva Kosmetik. Alasannya karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Selain itu, terkstur pelembabnya mudah meresap di kulit wajah dan tidak lengket sehingga kulit wajah menjadi lembab. Tetapi bulan lalu aku tergoda membeli pelembab keluaran Brun Brun Paris. Teksturnya lebih kental daripada pelembab Viva tapi aku tidak merasakan kelembaban di kulit wajah setelah memakainya.
Handbody Lotion Viva andalanku dan suami karena isinya banyak dan harganya terjangkau. Dokpri

Nah kalau hand body lotion aku pilih Viva karena harganya terjangkau dan kemasannya besar. Buat dipakai berdua dengan suami kan hemat banget nih lotion. Tetapi untuk mendapatkannya di Jogja ini harus ke supermarket besar sekelas Mirota atau Ramai.

4. Bedak Tabur Marcks

Sejak pertama kali kenal klinik kecantikan, dokternya menyarankanku untuk menggunakan bedak tabur saja. Sejak itu pula aku menggunakan bedak tabur, tetapi karena bedak tabur Marcks jauh lebih murah dari klinik kecantikan tersebut maka aku memutuskan untuk membeli Marcks saja. Dengan kemasan yang tidak mudah pecah, isinya banyak dan mudah diblend dengan bb cream membuat aku tetap setia sama bedak tabur Marcks. Awal-awal aku kenal bedak Marcks harganya masih sekitar 8000 rupiah, saat ini sudah menyentuh harga 15.000 rupiah. 

5. Sunblok Skin Aqua
Nah kesetiaanku sama skin aqua nggak perlu diragukan lagi deh πŸ˜‚. Soalnya selain karena harganya terjangkau, tekstur skin aqua itu tidak pekat seperti sunblok yang lain. Selain itu tekstur skin aqua ringan mirip pelembab (karena emang ada pelembabnya sih), gampang diserap kulit wajah, gampang di blend dengan bedak, dan nggak bikin komedoan walaupun pakai yang spf 50. 

Eh tau-tau udah 5 aja nih produk skincare yang aku pakai. Gimana dengan pensil alis dan lisptik? Ah kalau aku sih nggak pakai pensil alis jadi nggak ada rekomendasi pensil alis. Kalau lipstik sih aku tidak terpaku dengan satu merk, pokoknya asal punya lipstik saja sudah cukup. Saat ini aku sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik, jadi masih bisa pakai skincare secara rutin itu sudah sangat bersyukur. Apalagi kalau dapat endorse skincare seperti mbak Vika, ah betapa bahagiaaanya diriku.  😍

Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Post a Comment

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga
Kompasianer Joga