Aku dan Pekerjaan Rumah Tangga


"Gawean omah kui ra ono entek e," ungkap nenek suatu hari yang artinya kurang lebih bahwa sebuah pekerjaan di dalam rumah itu tidak ada habisnya. Nenek di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga tanpa di bantu oleh asisten rumah tangga.

Ketika aku menjadi seorang ibu rumah tangga, aku membuktikan ungkapan nenek itu benar. Pekerjaan rumah tangga biasanya akan ada terus dari mulai aku membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur. Tinggal bagaimana kita memanage pekerjaan rumah tangga tersebut agar tidak merasa terbelenggu.

Aku gampang sekali bosan dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang memakan waktu lama. Seperti memasak, selama ini aku hanya memasak dengan waktu maksimal 1 jam jadi bisa dibayangin kan aku masak yang simpel aja.

Sebenarnya aku juga suka mencuci baju tapi kalau mencucinya itu 2 ember besar lama-lama terasa bosan juga. "cucian kok ga selesai-selesai sih dari tadi," gerutuku dalam hati. Sama halnya dengan mencuci piring, kalau banyak juga membosankan dan melelahkan.

Lalu pekerjaan rumah tangga apa saja yang paling disukai? Jawabannya adalah bersih-bersih rumah. Loh kenapa? Aku suka bersih-bersih rumah karena yang dibersihkan di rumah itu banyak. Misalnya bersihin jendela, kan jendela ada beberapa di rumah bukan cuma satu jendela saja. Jadi sambil bersihin jendela, sambil bergerak walaupun bukan bergerak 1000 langkah seperti iklan di televisi. Begitu pula dengan menyapu lantai dan ngepel, kan sukses membuat kita melakukan aktifitas fisik seperti yang dikampanyekan oleh germas.

Aku selalu berusaha membuat rumah bersih dan rapi walaupun punya seorang putri yang masih batita. Ada yang bilang kalau sebuah rumah saat ada anak kecil terus berantakan itu wajar, "nggak apa-apa namanya juga punya anak kecil". Tetapi ungkapan ini tidak berlaku bagiku, justru rumah bersih dan rapi harus dikenalkan pada anak sedini mungkin. Aku tidak pernah melarang anakku mengeluarkan mainannya, tetapi selalu mengingatkannya untuk merapikan mainan setelah selesai digunakan. Selain itu, keadaan rumah yang bersih dan rapi akan membuatku merasa nyaman di rumah.
Kalau mbak Sapti, pekerjaan rumah tangga apa aja yang paling disukai?

Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Post a Comment

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga
Kompasianer Joga