Agenda Buka Bersama di Bulan Ramadan

salah satu kegiatan buka bersama adalah memindahkan makanan ke meja. Dokpri


Kalau udah memasuki bulan Ramadan, sebelum cairnya THR dan mudik, pasti banyak yang merencanakan buka bersama entah itu dengan keluarga atau dengan teman. Apalagi banyak sekali promo all you can eat dari hotel-hotel untuk buka bersama. Aduh bayanginnya kan enak ya buka bersama di hotel itu.  Soalnya banyak spot untuk berfoto dan makanannya dihidangkan dengan cantik.

Tahun ini, aku diajakin buka bersama dengan teman-teman di Indies Heritage Hotel, kawasan Prawirotaman. Alasan pilih buka bersama di Indies Heritage Hotel karena bangunan hotelnya model indies versi mini dan harga yang ditawarkan untuk buka bersama cukup terjangkau di kantong. Menu yang disajikan juga banyak variannya, dan sampai sekarang aku masih bisa membayangkan kelezatan brokoli goreng tepung dengan sambal dabu-dabunya.

Buka bersama dengan teman-teman itu kadang menyajikan sesuatu yang tidak terduga dan berhasil membuat tertawa lepas seperti melepaskan kepenatan dari aktifitas sehari-hari. Makannya aku nggak pernah nolak kalau diajakin buka bersama oleh teman-teman. Kan rejeki nggak boleh ditolak 😁

Selesai menyantap hidangan dan sholat magrib, biasanya aku dan teman-teman masih melanjutkan makan. Entah itu makanan kecil atau makanan besar, selama masih ada di meja akan berusaha untuk dihabiskan. Tapi kalau udah kenyang, ya berhenti daripada setelah makan lalu terbitlah ngantuk. Kan repot nanti sewaktu jalan pulang.

Tapi di mindsetku itu sebenarnya buka bersama selalu identikkan dengan crowded saat mau melaksanakan sholat magrib. Iya sih kadang hotel tidak menyediakan tempat wudhu atau tempat sholat yang cukup untuk orang-orang yang buka bersama. Jadi antri panjang hanya sekedar untuk wudhu dan sholat, kan buang-buang waktu banget.  Nah untuk mengantisipasi hal tersebut,  harus pintar-pintar pilih waktu yang pas buat sholat magrib. Misalnya waktu orang lain sibuk makan, bisa aja kita melipir untuk sholat biar nggak perlu antri panjang dan sholatnya lebih khusu' karena nggak terburu-buru.
Jadi, kapan kita buka bersama? Masih ada waktu lho kalau mau ajakin aku buka bersama 😁.

Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Post a Comment

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga
Kompasianer Joga