Mewujudkan Generasi Muda Berkarakter Pancasila


Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa.
Lahir di Indonesia, mendapatkan pendidikan sampai mencari nafkah di Indonesia membuatku tidak terasa meneteskan air mata saat lagu yang berjudul tanah air.


Forum aksi pendekar pancasila yang diadakan oleh Kominfo dan BPIP hadir di Yogyakarta pada tanggal 9 Agustus 2019. Acara ini bertempat di hotel UNY Yogyakarta. Kali ini, forum aksi pendekar pancasila menghadirkan pembicara Dr.Rima Agustina SH SE MM, Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP RI dan Profesor Dr. Henri Subiakto, ahli staff Kominfo Republik Indonesia untuk sesi pertama. Kemudian untuk sesi kedua, pematerinya adalah Mira Sahid (Blogger) dan Cindy Gulla (Konten Kreator).


Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah--Ir. Soekarno

Indonesia Memasuki 74 Tahun


Perjalanan bangsa yang akan menuju usia ke 74 tahun ini sangat tidak mudah. Dimulai dari kesadaran para nenek moyang kita untuk mendirikan sebuah organisasi bernama Boedi Oetomo pada tahun 1908. Kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, sampai pada jembatan emas kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan menurut sang proklamator adalah sebuah jembatan emas, bukan akhir dari perjuangan. Tapi justru permulaan untuk kehidupan yang berdaulat, adil dan makmur sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

Pancasila lahir sebelum kemerdekaan Indonesia yaitu pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Para pendiri bangsa yang dari beragam ras, suku dan agama sudah bermusyawarah sampai bermufakat, hingga akhirnya melahirkan ideologi bangsa yang bernama Pancasila. Dalam perjalanan bangsa ini, beberapa kali terjadi pemberontakan yang ingin mengubah pancasila sebagai dasar negara. Tetapi Pancasila masih kokoh berdiri demi ibu pertiwi. Perjuangan masih harus dilanjutkan oleh generasi muda.

Mendirikan Indonesia itu semua untuk semua, apapun agamanya, apapun etnisnya tetap satu bangsa bernama Indonesia. --Ir. Soekarno


Pancasila Untuk Generasi Muda

Mira Sahid, founder KEB. Dokpri

Perjalanan bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari perjuangan. Jika nenek moyang kita berjuang untuk merdeka dengan mengangkat senjata, generasi muda kita juga bisa berjuang dengan cara yang lain.
Seperti yang disampaikan oleh Mira Sahid dengan cara membangun jejak positif di dunia digital. Secara singkat ada 7K yang perlu diingat untuk membuat jejak digital yang positif yaitu kenali passion, konten yang kuat, kuasai aplikasi pengolah gambar, komunikasi dua arah di media sosial, konsisten-kontinyu, kolaborasi dan kuy (yuk action). Sekarang itu kita sudah seharusnya berkolaborasi, bukan kompetisi.

Cindy Gulla memberikan materi tentan pembuatan video. Dokpri

Kemudian penerapan pancasila di kehidupan jaman sekarang sebenarnya sudah banyak kita lakukan. Gotong royong bisa dilakukan di dunia maya, seperti berdonasi melalui platform tertentu. Atau bergotong royong membangun konten positif entah melalui video, foto, tulisan dan sebagainya. Cindy Gulla, konten kreator yang menjadi pembicara juga menjelaskan pembuatan konten berupa proses pembuatan video yang bisa dilakukan oleh para generasi muda.

Perjuangan nenek moyang kita yang tidak memandang suku ras dan agama, membuat kita bisa menghirup kemerdekaan di negara ini, sebaiknya dijadikan momentum untuk membangun Indonesia lebih baik lagi dengan berbagai konten positif.




Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

Post a Comment

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga
Kompasianer Joga