Harga Sembako Naik Menjelang Akhir Tahun? Intip 4 Tips berikut ini

Posting Komentar

 

Harga sembako akhir tahun naik, promo di supermarket sangat dibutuhkan
Dok : pixabay

Pandemi belum usai, gempuran virus covid varian terbaru sudah mengintai. Namun yang dikhawatirkan oleh seorang ibu rumah tangga sepertiku tidak hanya penyebaran virus, melainkan harga sembako yang mulai merangkak naik menjelang akhir tahun. Bahkan pagi ini, saat aku mencoba cek harga minyak goreng kemasan 2 liter ternyata sudah menyentuh harga 40.000 rupiah. Luar biasa! 

Waktu masih kecil, aku sering merasa heran sama ibu yang “mumet” karena harga sembako naik semua. Sekarang aku paham gimana merasakan “mumet”-nya harga sembako naik. 

Harga sembako yang merangkak naik tentu akan memberikan pengaruh besar pada pos pengeluaran. Artinya kita harus menganggarkan lebih banyak uang untuk membeli sembako. 

Nah berikut ini tips menghadapi kenaikan harga sembako di akhir tahun yang mungkin bisa kamu coba.

4 Tips Menghadapi Kenaikan Harga Sembako Pada Akhir tahun

Lakukan Penghematan

Sembako tuh kebutuhan pokok yang mau tidak mau harus kita beli. Jadi belum tentu bisa disubstitusi dengan barang lain. Nah bakalan kerasa banget kan kalau harganya mulai merangkak naik. 

Supaya kebutuhan sembako ini cukup sampai waktu yang sudah ditentukan, biasanya aku melakukan penghematan seperti mengurangi penggunaan gula pasir waktu minum teh dan mengurangi intensitas bikin gorengan di rumah. 

Cara menghemat minyak goreng juga pernah diterapkan ibu waktu krismon tahun 97. Untuk menghemat penggunaan minyak goreng, ibu sering bikin sayur "bobor" dan tempe bakar kecap. Bikin gorengan itu paling hanya seminggu sekali. 

Nah kalau sekarang kan udah banyak banget resep masakan yang pakai sedikit minyak. Tinggal kita mau cari resepnya atau tidak di google ya. 

Dimsum isi tahu dan siomay ekonomis mungkin bisa jadi alternatif masakan dengan sedikit minyak. 

Atur Pos Pengeluaran

Sejak beberapa bulan terakhir, harga sembako terutama minyak memang mulai merangkak naik. Oleh karena itu penting sekali untuk mengatur ulang pos pengeluaran. Anggaran untuk memenuhi gaya hidup seperti nongkrong, jajan di luar tanpa promo atau jalan-jalan ke mall bisa dikurangi demi memenuhi kebutuhan sembako. 

Hanya dikurangi saja ya, bukan dihapuskan sama sekali. Misalnya dalam sebulan main ke mall 4x, sekarang bisa dikurangi menjadi 2x saja.

Bandingkan Harga Sembako 

Setelah mengatur pos pengeluaran, untuk membeli sembako aku tuh sering membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Apalagi kalau sudah memasuki hari jumat, banyak pilihan toko untuk melakukan perbandingan harga. 

Biasanya aku membandingkan harga sembako di minimarket dekat rumah (indomaret dan Alfamart), supermarket terdekat dan beberapa aplikasi belanja online. Sebelum memutuskan untuk membeli, aku akan riset dulu kelebihan dan keuntungannya apa saja. 

Awal bulan ini, aku memutuskan untuk membeli sembako lewat Sayurbox karena harga minyak goreng pada aplikasi Sayurbox dibawah harga pasar. Selain itu sembako diantar sampai rumah tepat waktu, lumayan irit karena free ongkir.  

Manfaatkan Promo yang Ditawarkan

Berbagai toko biasanya akan memberikan bermacam-macam promo pada akhir pekan, akhir bulan dan tanggal kembar. Dua minimarket sejuta umat yang tersebar dimana-mana (Indomaret dan Alfamart) sering memberikan promo di akhir pekan. 

Tidak jauh dari rumah juga ada Hypermart dan Hyfresh yang bersaing dengan minimarket untuk menawarkan promo akhir pekan. Belum lagi gempuran promo dari marketplace online. Bakalan jadi momen yang pas banget untuk berburu barang promo termasuk sembako nih.

Dengan memanfaatkan promo menuju tanggal kembar kemarin, aku mendapatkan flash sale voucher Sayurbox senilai 50.000 dengan harga Rp 1.212 saja di aplikasi Dana. 

Voucher Sayurbox senilai 50.000 yang didapatkan waktu flash sale di Dana. 


Kebetulan belanja sembakonya belum lengkap, jadi berbekal voucher tuh aku langsung check out beberapa jenis sembako seperti beras dan minyak di sayurbox. Yang bikin makin seneng, Sayurbox ngasih bonus minyak 1 liter saat harga minyak sedang naik.

Screenshot penggunaan voucher Sayurbox. Beberapa item juga sedang diskon besar di jam tertentu. 

Aku juga sering memanfaatkan promo yang diberikan oleh Tokopedia seperti promo gosend. Jadi kalau harga minyak dirasa lebih murah di Hypermart daripada di Alfamart depan perumahan, aku belanja di Hypermart lewat aplikasi Tokopedia

Screenshot belanja minyak goreng di Hypermart lewat Tokopedia. 


Lumayan kan daripada ke Hypermart langsung harus bayar parkir segala, ya mending belanjanya sambal rebahan di rumah nunggu sembako datang diantar pak Gojek.😁


Nah itu tadi beberapa tips yang aku lakukan ketika harga sembako naik menjelang akhir tahun. Semoga sedikit bermanfaat ya. Kalau kamu punya cerita seputar harga sembako yang harganya terus naik atau punya tips menghadapi kenaikan harga sembako lainnya, boleh share di kolom komentar ya.

Niken Nawang Sari
Mom & Housewife, sementara ini tinggal di planet Cikarang. Suka baca buku berbau sejarah dan nulis random. Kadang suka masak kalau lagi moodnya bagus dan sering didemo para kucing.

Related Posts

Posting Komentar