Pengalaman Ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

2 komentar

KB IUD menjadi pilihan keluarga kami sejak lama. dok : Haibunda

 Penggunaan KB IUD (intrauterine device) untuk mencegah kehamilan menjadi pilihan yang cocok untuk keluarga kecil kami. Aku sudah menggunakan IUD sejak kelahiran si kecil pada tahun 2017. Selama menggunakan IUD, tidak banyak keluhan yang terjadi. Hanya pada awal penggunaannya terasa sedikit tidak nyaman, tapi lama-lama tubuh akan terbiasa dengan IUD di dalam rahim. 


Pengalaman ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

antrian pelayanan KB. dok : Tribun news Jogja

Alasan ikut KB Gratis

Alasanku ikut KB Gratis tentu saja supaya hemat! kan pemerintah sudah punya programnya melalui BKKBN, ya dimanfaatkan dengan baik dong. Hehe

Sekitar akhir 2022, dalam kartu KB tertulis sudah waktunya mengganti IUD. Namun setelah dicek ulang oleh bidan puskesmas (yang julidnya minta ampun) ternyata IUD yang aku pakai masa expirednya masih bulan November 2024. Dikarenakan aku tidak mau kebobolan karena lupa ganti IUD dan tidak mau ganti IUD di bidan puskesmas tersebut, aku cari informasi dari akun Instagram yang sering memberikan informasi KB gratis yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kota Yogyakarta (DP3AP2KB kota Yogyakarta).

Melihat akun DP3AP2KB kota Yogyakarta yang aktif banget memberikan informasi KB Gratis, rasanya ingin segera mengganti IUD. Sebelum mudik pun aku tanya-tanya tentang KB Gratis untuk bulan Februari 2024, beruntung sekali adminnya fast response dan tidak pelit informasi. Jadi aku memantapkan diri untuk ikut KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Bakti sosial berupa pelayanan KB Gratis dari RS PKU Muhammadiyah kota Yogyakarta ini dalam rangka milad yang ke 101. Acara diselenggarakan pada 7 Februari 2024 dan layanan yang diberikan berupa pasang KB baru, bongkar pasang IUD, ganti cara KB misalnya dari KB IUD ke implan atau sebaliknya.  

Kenapa kok jauh-jauh ke Jogja ikutan KB Gratisnya? Selain sekalian mudik, aku masih terdaftar sebagai warga DIY(Daerah Istimewa Yogyakarta) dan informasi KB-nya tuh jelas, jadi aku bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Seperti fotokopi KTP, kartu KB dan sebagainya yang berkaitan dengan administrasi deh.

Sebenarnya aku pernah nanya-nanya tentang KB gratis di Cikarang, namun jawabannya simpang siur tidak jelas. Ada yang bilang hanya melayani pasang saja tidak melayani bongkar (nah mikir lagi kan bongkarnya harus dimana, biayanya berapa, bidannya julid/nggak), ada yang harus didampingi petugas dari faskes 1 yang tertera di BPJS, dsb astaga ribetnya bikin pusing duluan. Makannya aku mending cari info KB Gratis di Jogja aja deh sekalian mudik.

Setelah mendaftar melalui link yang diberikan oleh DP3AP2KB, tinggal menunggu lolos/tidaknya melalui whatsapp. Alhamdulillah kabar baik yang menyatakan aku bisa ikut KB Gratis RS PKU Muhammadiyah itu masuk melalui pesan singkat pada sore hari di tanggal 6 Februari dan diharuskan membawa fotokopi identitas.


Bongkar Pasang IUD, Ternyata Cepat Kok!

Petugas sedang melayani pasien KB. Dokumen pribadi


Walaupun sudah menggunakan IUD selama bertahun-tahun, tapi tetep aja rasanya deg-degan saat akan bongkar pasang. Beruntung sekali sejak memasuki RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, aku mendapatkan pelayanan yang ramah. Petugas RS mengantarku ke ruangan KB Gratis, disana aku bertemu dengan petugas yang melakukan screening dan konsul KB. Saat konsul, aku menceritakan keinginanku KB sampai batas usia untuk bisa melakukan tubektomi dan hanya memiliki 1 anak. Saat bercerita pun sama sekali tidak dijulidin. Respect untuk ibu petugas konsul KB yang menghargai pilihan pasien.

Setelah melakukan konsultasi, lanjut antri untuk dipanggil ke dalam ruang tindakan. Tidak lama kemudian, aku pun dipanggil masuk ke dalam ruangan. Rasanya gimana ya, deg-degan dicampur rikuh dan kikuk di depan bidan karena baru pertama kali bertemu dengan bidan tersebut.

Bu Bidan yang ramah, membuatku merasa nyaman ketika dilakukan bongkar pasang IUD. Tidak lupa bidan mengajak berdoa sebelum tindakan agar semuanya berjalan lancar. Tidak sampai 15 menit, bongkar pasang IUD pun selesai.  Syukur alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aku sangat berterima kasih kepada ibu bidan senior yang ramah tersebut.Oh iya IUD yang digunakan adalah cooper T dengan masa pakai 6 tahun.  

Kartu peserta KB. Dokumen pribadi


Saat bongkar pasang IUD rasanya sedikit mules karena dorongan cocor bebek untuk jalan penggantian IUD. Kebetulan aku bongkar pasang IUD dalam masa akhir haid, jadi rasanya lebih mudah dan tingkat mulesnya tidak seperti 7 tahun lalu saat pertama kali pasang IUD. Menurut beberapa artikel yang pernah aku baca dan info dari petugas, waktu haid merupakan waktu yang tepat untuk pasang atau ganti IUD. Hal ini dikarenakan serviks sedang terbuka jadi rasa sakitnya lebih ringan.

Penggantian IUD sudah selesai, aku diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit, konsumsi dan uang transport. Selanjutnya aku sudah bisa beraktifitas seperti biasa, bisa jalan kaki di Malioboro sampai berbelanja di Ramai supermarket. Selama jalan kaki tentu saja nggak ada yang nawarin naik becak karena aku hanya pakai sendal jepit dan bawa nasi kotak. Hehe

Selesai bongkar pasang IUD, langsung jalan-jalan ke Malioboro. Dokumen pribadi


 

2 komentar

  1. Mbak niken, aku juga pakai iud yg 7 tahun. Belum lama pakainya, kalau kontrol gitu brp bulan sekali mbak? Atau setahun sekali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo mbak Latifah, maaf baru buka blog nih. Aku kontrol IUD sesuai arahan nakes aja, kemudian bisa setahun sekali, atau kalau ada keluhan bisa langsung kontrol ke faskes terdekat.

      Hapus