Periksa Gigi Gratis di Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2019

Pembukaan BKGN UMY 2019.
 Dokpri


Suatu pagi tertanggal 11 November 2019.

Pukul 05.00 semburat fajar sudah menampakkan diri di ufuk timur. Ketika jarum jam dinding bergerak, saat itu pula hiruk pikuk suasana pagi akan segera terlihat.

Berbekal pengalaman kehabisan kuota saat BKGN UGM 2019, aku tidak mau mengalami hal yang sama di BKGN UMY 2019. Oleh karena itu, bangun pagi adalah solusi terbaik. Udah mirip rutinitas anak sekolahan deh tiba-tiba harus bangun pagi terus mandi. 😅

Pengalaman masa kecil yang sering sakit gigi sudah aku ceritakan di Artikel sebelumnya. Nah termotivasi dari pengalaman tersebut, aku membawa si kecil untuk ikut periksa gigi di BKGN UMY 2019. Aku juga sengaja memilih hari pertama untuk datang ke BKGN agar si kecil tidak bosan menunggu nomor antrian untuk bertemu dokter.

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) UMY 2019

Asisten Brand Manajer Pepsodent
memberikan sambutan.
Dokpri

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) merupakan komitmen Unilever melalui brand Pepsodent untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat luas. Hal ini disampaikan oleh Asisten Manager Pepsodent saat membuka BKGN UMY 2019. Tema BKGN tahun 2019 ini  adalah Indonesia Tersenyum. Harapannya anak-anak Indonesia terbebas dari gigi berlubang agar percaya diri saat tersenyum. Pahlawan senyum tidak hanya dari kalangan ekspert tetapi dimulai dari keluarga dengan mengajarkan sikat gigi minimal 2x sehari.

Pemukulan gong oleh drg. Sugiyanti
 (perwakilan PDGI wilayah DIY)
sebagai tanda BKGN UMY 2019
 resmi dibuka. Dokpri


Target peserta BKGN 2019 sebesar 64.000, oleh karena itu BKGN menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi (AFDOGI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) dan universitas-universitas di seluruh Indonesia.
Jadwal BKGN 2019.
Dok : website pepsodent

Untuk di Daerah Istimewa Yogyakarta, BKGN diadakan di dua tempat yaitu RSGM UGM dan RSGM UMY. 
Poster BKGN 2019.
Sumber : IG BKGN UMY 2019


BKGN UMY 2019 diselenggarakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (RSGM UMY) yang terletak di kompleks Asri Medical Center (AMC ) Jl. HOS Cokroaminoto no.17A Pakuncen,  Yogyakarta. Penyelenggaraan BKGN UMY 2019 dimulai dari tanggal 11 sampai 13 November 2019, dengan target 1200 peserta. Oleh karena itu BKGN menggandeng partner media & radio di Jogja.

Kompleks Asri Medical Center (AMC).
Dokpri



BKGN sebenarnya terbuka untuk umum, tapi banyak juga mahasiswa yang datang. Mungkin informasinya lebih cepat menyebar ke mahasiswa melalui media sosial seperti pesan beruntun di whatsapp.  Sementara itu masyarakat umum sepertiku mendapatkan informasi BKGN melalui akun instagram BKGN UMY 2019. Berbeda dengan ibu-ibu yang duduk di sebelahku, beliau bercerita bahwa mendapatkan informasi BKGN dari pesan beruntun yang diberikan  oleh mahasiswa UMY. 

Pengalaman Periksa Gigi di BKGN UMY

Poster BKGN UMY 2019.
Sumber : IG BKGN UMY 2019


Sebenarnya ini adalah tahun kedua bagi keluargaku periksa gigi di BKGN. Alasan memilih ikut periksa gigi di BKGN karena GRATIS dan tidak serumit menggunakan BPJS di klinik.

Sebenarnya BPJS mengcover tindakan skeling gigi  (membersihkan karang gigi) 1x dalam setahun, tetapi salah satu persyaratannya adalah harus ada indikasi medis, agar dokter gigi di klinik bisa langsung memberikan tindakan skeling. Singkatnya, kalau karang giginya sudah banyak banget dan sangat mengganggu  tuh baru bisa pakai BPJS untuk skeling. Oleh karena itu kami memutuskan untuk ikut BKGN saja yang tidak terlalu rumit syarat dan ketentuannya.

Nah untuk mengikuti periksa gigi gratis, syarat dan ketentuannya bisa dibaca di instastory BKGN UMY 2019.

Ada beberapa hal perlu dipersiapkan saat memutuskan untuk mengikuti periksa gigi gratis di BKGN.

1. Punya Waktu Luang

BKGN UMY 2019 memiliki target 1200 peserta dalam 3 hari. Itu artinya setiap hari paling tidak ada 400 peserta yang datang. Nah pengambilan kupon periksa gigi dimulai dari pukul 06.00, sementara jadwal buka layanan pukul 08.00,  jadi harus berangkat pagi-pagi untuk ambil kupon. Jarak dari rumah ke RSGM UMY memakan waktu sekitar 35 menit, jadi kami berangkat pagi-pagi sekali untuk ambil kupon.

Kupon BKGN-ku dan si kecil.
Dokpri


2. Kartu identitas (SIM/KTP)

Hari pertama BKGN UMY 2019 pelayanan dibuka pukul 09.00 karena ada acara pembukaan terlebih dahulu. Setelah acara pembukaan BKGN UMY 2019 selesai, peserta akan dipanggil sesuai nomor di dalam kupon. Sebelum menuju meja registrasi, kami mempersiapkan kartu identitas terlebih dahulu. Nah di meja registrasi, kartu identitasnya tinggal diberikan kepada petugas untuk mencatat identitas di form yang sudah disediakan. Petugas akan menanyakan beberapa hal seperti riwayat kesehatan, alergi dan keluhan yang dialami oleh peserta.

3. Sarapan

Oh iya kalau ke BKGN itu jangan lupa sarapan dulu. Kemarin setelah mendapatkan kupon periksa gigi di pukul 06.10 , kami kemudian membeli sarapan di Pasar Serangan yang tidak jauh dari RSGM UMY. Loh kenapa harus sarapan? Soalnya kami tidak sempat untuk sarapan di rumah. Selain itu BKGN antriannya banyak dan memakan waktu lama bisa bikin lapar, jadi sambil menunggu pelayanan dibuka bisa sarapan dulu.

4. Sabar

Nah sabar juga penting banget karena alur pelayanan BKGN sudah diatur sedemikian rupa sehingga semua bisa mendapatkan pelayanan dengan baik.


Alur Pelayanan BKGN UMY 2019


Registrasi


Alur pelayanan yang pertama kali setelah mendapatkan kupon adalah registrasi, kemudian form akan dibawa oleh peserta menuju lantai 4 untuk bertemu dokter gigi.

Konsultasi ke Dokter Gigi


Di ruangan ini, ada banyak sekali dokter gigi yang standby. Si kecil dan aku mendapatkan dokter gigi dengan nomor 19 - 20. Sementara Kanjeng Papi mendapatkan dokter gigi yang berbeda meja denganku. Pertama si kecil dulu yang diperiksa, beruntung sekali dia mau membuka mulutnya saat dokter memeriksa keadaan giginya. Terlihat ada beberapa carries gigi di gigi seri bagian atas. Sementara gigi geraham masih aman-aman saja. Kemudian dokter menyarankan untuk segera ditambal di ruang tindakan khusus anak. Tindakan tersebut dituliskan ke dalam form yang kemudian diberikan ke pada petugas di depan ruang tindakan.

Sementara aku yang memiliki gigi sensitif ternyata sudah saatnya mendapatkan tindakan skeling. Iya sih sudah lama juga tidak skeling, mungkin ada 1 tahun. Menurut dokter karang gigiku tidak termasuk dalam kategori berat. Jadi aku berpikir tidak membutuhkan waktu lama untuk membersihkannya.

Dokter yang aku temui lumayan interaktif dan tidak merasa terburu-buru dalam melakukan komunikasi dengan pasiennya.

Tindakan Medis

Setelah bertemu dokter gigi
 kemudian form dibawa ke meja ini.
 dokpri


Selanjutnya ada petugas yang mengantarkan form ke meja-meja yang ada di dekat ruang tindakan. Peserta akan dipanggil satu persatu oleh petugas untuk masuk ke ruang tindakan.

Ruang tindakan. Dokpri

Di dalam ruang tindakan, ada 2 petugas yang akan menyambut. Salah satu petugas adalah koas (ko-assisten) yang sedang praktek di RSGM, sementara petugas yang satunya akan mengisi formulir yang kita bawa tadi.

Di ruang tindakan ini, aku bertemu dengan koas bernama Dwiky yang interaktif tetapi masih agak grogi karena menghadapi pasien pertama.
Sebenarnya aku sudah akrab dengan tindakan skeling, jadi aku tetap tenang saat beberapa kali gigi terasa ngilu. Beberapa kali dokter gigi senior terlihat mondar mandir di lorong sambil sesekali memeriksa pekerjaan koas.

Dari keterangan Dwiky, target peserta menyentuh angka 1200 dalam 3 hari membuat koas hanya memiliki waktu 30 menit untuk melakukan tindakan medis. 

"Ada injury time 15 menit sih mbak, tapi nggak tau kenapa ini kok tim saya yang disuruh cepat-cepat", keluhnya setelah selesai melakukan skeling.
Setelah itu dokter gigi senior akan diminta untuk cek ulang hasil skeling koas. Tanpa ada sepatah kata apapun, dokter senior itu langsung mengecek ulang lalu pergi.

Sementara itu Kanjeng Papi masih mendapatkan tindakan skeling di sebelah saat aku meninggalkan ruang tindakan dengan gigi yang sudah bersih.

Habis skeling itu rasanya gigi lebih bersih dan enteng aja.
Si kecil berfoto dengan ikon gigi BKGN
Dokpri

Setelah itu kami masuk ke ruang tindakan untuk anak-anak. Tadinya si kecil biasa aja tapi ternyata dia menangis saat melihat peralatan dokter gigi. Jadi kami memutuskan untuk pulang saja sambil mencari cara agar si kecil mau tambal gigi. Kami pulang saat adzan duhur berkumandang, jadi totalnya kami menghabiskan waktu sekitar 6 jam untuk mengikuti BKGN UMY 2019.

Sampai Jumpa di BKGN selanjutnya ya!






Author

Niken Nawang Sari Niken Nawang Sari From history, we learn. Cause writing is healing.

32 comments

  1. Yeayy, senaaaangg kalo buah hati enjoyy diajak periksa gigi. karena kadang anak2 itu "alergi" kalo ketemu dokter gigi.
    acaranya di Jogja aja kah, untuk thn ini?
    Semoga next year bisa mampir ke Surabaya jugaaaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap tahun ada BKGN Mbak, di universitas² tertentu yang bekerjasama dengan Pepsodent. Jadwal BKGN biasanya akan dipublish kalau BKGN sudah resmi diumumkan di media (biasanya sekitar bulan September).
      Si kecil mah ketemu dokter gpp tapi masuk ruang tindakan nangis 😅

      Delete
  2. Anakku dulu waktu pertama kali ke dokter gigi juga nangis hehe. Penting sekali untuk merawat gigi dan rutin cek kesehatan gigi ya. Antrian banyak memang harus makan dulu, biar nggak kelaperan nunggu giliran :D

    ReplyDelete
  3. wah tidak sia2 ya mengantri pagi untuk bisa diperiksa dengan gratis. jadi keingetan aku kapan yaa terakhir kali scaling? duh kudu ke dokter gigi nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak tapi ya kudu korban waktu sih demi periksa gigi gratis 😁

      Delete
  4. Mak, sabarnya dirimu. Ambil antrean jam 6.10? Wow.

    Alhamdulillah ya selesai prosesnya dan memuaskan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi mbak, demi periksa gigi gratis dan pas ada waktu juga sih hehe

      Delete
  5. Ngantrinya lama tapi memberikan kesan tersendiri ya mba. Slaut deh dengan kesabaran buat ikut kegiatan periksa gigi gratis ini, mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi demi periksa gigi gratis mbak karena ga ribet pakai BPJS atau ga emosi sama dokter gigi or perawatnya soalnya melayani sepenuh hati

      Delete
  6. Jadi bulan kesehatan gigi nasional ini dicetuskan oleh unilever, ya. Bagus deh, jadi mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak dicetuskan oleh Unilever melalui brand Pepsodent

      Delete
  7. Loh, aku baru tahu ada bulan kesehatan gigi nasional. Kudet banget aku. Tapi, jadi keingetan kalau nggak ada kegiatan kaya gini, kayanya nggak bakalan inget deh sama kesehatan gigi. ingetnya setiap pas udah ngilu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga skeling kalo ada BKGN aja mbak, eh iya iklan BKGN ada kok di tipi hehe cm jadwalnya biasanya harus ke website tanya pepsoden

      Delete
  8. Semoga bulan acara bulan kesehatan gigi nasional juga hadir di kota terdekat saya. Biar saya juga bisa ikutan. Karena kalau sengaja ke dokter gigi aku ya malas, kecuali lagi kumat sakit giginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah cek jadwalnya di atas mbak? Soalnya udah dimulai dr September dan bentar lagi selesai

      Delete
  9. Skeling tuh kalau udah beres emang enak ya, bikin seneng jilat2 gigi, bersih dan licin, hihihi.... Tapi enggak suka prosesnya, huhuhu...

    ReplyDelete
  10. walau gratsi aku mah selau takut ke dokter gigi

    ReplyDelete
  11. Oke, tipsnya aku keep mbak. Kemarin ada BKGN di Unair Surabaya. Tp kelewat karena memang udah berangkatnya siang. Semoga tahun depan aku juga bisa ikutan periksa gigi gratis

    ReplyDelete
  12. wah, enak nih scaling gratisss. Tiap tahun ada programnya ya. Kalau di puskesmas sini antrenya panjang banget, kudu datang dari subuh supaya dapat giliran.
    Btw, iya setelah scaling rasanya gigi adem dan ringan.

    ReplyDelete
  13. Wow datang dari pagi bgt ya biar dapat nomor urutan, effort nya lumayan juga. Tapi sepadan dengan manfaat yang didapat. Apalagi bisa bersihkan karang gigi gratis , lumayan banget itu

    ReplyDelete
  14. Ingin banget saya di scalling gigi nih, karang gigi udah banyak huhuh seumur - umur belum pernah.

    ReplyDelete
  15. Dengan adanya program periksa gigi gratis jadinya masyarakat bisa lebih aweare lagi dan menjaga kesehatan gigi ya termasuk memeriksakan gigi ke dokter secara teratur

    ReplyDelete
  16. Huwaaa 1200 peserta tagetnya, tapi gak keburu2 kan ya hehe. Bagus nih programnya mbak jd bikin masyarakat aware ttg periksa gigi sebelum terlanjur sakit yaaa. Soalnya kalau terlanjur sakit pas periksa ke dokter gigi dompetnya ya ikutan sakit haha kidding mbak :D

    ReplyDelete
  17. Program yang bagus nih, jadi pemicu untuk semangat merawat gigi ya...
    Tapi kalau anak-anak mah tetap aja ya...mereka suka takut dengan peralatannya saja

    ReplyDelete
  18. Pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional ini sekolah TK anak saya kedatangan Dokter Gigi Anak. Semua murid diperiksa giginya. Di kelas anak saya ada 11 murid dan hanya 2 murid saja yang giginya masih bagus. Padahal umurnya baru pada 5 tahun. Penting banget menjaga kesehatan gigi sedari dini. Alhamdulillah anak saya termasuk salah satu murid yang giginya masih dalam kondisi baik.

    ReplyDelete
  19. Aku baru ngeh lho mba kalau ada bulan kesehatan gigi. Dan asyik banget bisa membersihkan gigi gratis

    ReplyDelete
  20. Mau banget periksa gigi gratis di bulan kesehatan nasional ini. Bisa scaling sekalian gak

    ReplyDelete
  21. Harus punya stol sabar banyak ya, Mba secara periksa gratis pasti banyak peminatnya.

    ReplyDelete
  22. Antrenya, wow, kudu luar biasa sabar. Tapi mayan banget donk, secara periksa gigi memang mihil, Mak. Kalau ada progran seperti ini pastinya sangat menarik.

    ReplyDelete
  23. Aku mba periksa gratis gigi di faskes biasanya. Tapi ngomong2 kalau misalnya di jkrta di mana

    ReplyDelete
  24. Andai di Surabaya juga ada seperti ini
    Jadi semangat periksa gigi untuk si kecil dan ayah bunda
    Perlu sosialisasi juga sepertinya

    ReplyDelete

Post a Comment

Keep in touch

Member of

Blogger Perempuan Kumpulan Emak-emak Blogger
Kompasianer Joga
Kompasianer Joga