Kulit Lebih Cerah dengan kojie.san

Tidak ada komentar

Kojie.san andalan untuk mencerahkan kulit
Rangkaian produk kojie.san untuk mencerahkan kulit. Dokumen pribadi


kojie.san masih menjadi  andalanku untuk mencerahkan kulit sampai sekarang. kojie.san diklaim dapat mencerahkan kulit sampai dua kali lebih cerah. Kandungan bahan utamanya yaitu Kojic Acid terbukti efektif untuk meratakan dan mencerahkan warna kulit.

Sebelum masuk ke dalam review kojie.san, aku mau cerita dulu nih soal hubunganku sama kojie.san yang awet banget. 😁Aku kenal kojie.san tuh udah sejak lama, kira-kira satu dasawarsa yang lalu. Berawal dari keseringan nongkrong di forum Female Daily, akhirnya aku mengenal kojie.san untuk pertama kalinya. Nah produk yang beredar waktu itu hanya Kojie San Skin Lightening Soap, yang berbentuk sabun batang. Kalau nggak tau fungsinya, mungkin aku sudah ngedumel “kok bentuknya sabun batang sih”.  ðŸ˜…

Nggak usah ditanya cara dapetinnya, karena jujur aja waktu itu susah banget . Pokonya untuk mendapatkan sabun kojie.san layak disebut  perjuangan!  Perjuangan untuk mencerahkan kulit. Bahkan dulu aku selalu berharap kojie.san bisa masuk supermarket Indonesia supaya lebih mudah diapatkan.

Bersyukur sekali sekarang ini untuk mendapatkan kojie.san sudah sangat mudah, berkat PT. UICCP Indonesia yang sudah mengimpor dan mengedarkan kojie.san ke pasaran Indonesia.  Sekedar info aja ya, kojie.san bukan produk Jepang lho melainkan produk dari BEVI (Beauty Elements Ventures Inc) Filipina.

 

kojie.san, Andalan Untuk Mencerahkan Kulit

Beberapa bulan terakhir ini  tuh aku agak cuek sama kondisi kulit, yang mengakibatkan kulit menjadi kusam dan sedikit gelap. Ya gimana lagi kadang jemurin baju di bawah terik matahari agar cepat kering, tapi kaki menjadi belang-belang membentuk tali sendal jepit. Wah menyebalkan sekali.

Beruntung banget di dekat rumah ada supermarket yang menjual rangakain produk kojie.san, ya langsung borong aja. Oh iya sekarang untuk mendapatan  kojie.san tuh udah gampang banget.  kojie.san sudah tersedia di e-commerce dan supermarket terdekat. Apalagi kalau ada promo, wah rasanya pengen cepet-cepet checkout kojie.san aja nih.

Produk pencerah kulit dari kojie.san terdiri dari dua jenis yaitu sabun Kojie San Skin Lightening Soap dan Kojie San Skin Lightening Body Lotion with Hydromoist. Kedua rangkaian ini digunakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal yaitu kulit dua kali lebih cerah. Oh iya untuk tingkat kecerahan kulit (tone kulit) setiap orang kan berbeda-beda, jadi hasilnya pasti berbeda-beda juga.

Nah dalam perjalanannya, sabun kojie.san terbagi lagi menjadi dua macam yaitu Kojie San Skin Lightening Soap untuk kulit normal cenderung berminyak dan Kojie San Skin Lightening Soap with Hydromoist untuk kulit normal cenderung kering.

Produk-produk kojie.san mengandung bahan utama yaitu Kojic Acid berkualitas tinggi yang berfungsi untuk mencerahkan dan meratakan warna kulit. Kojic Acid berasal dari dari fermentasi beras, sudah sejak lama dikenal di Jepang  dapat mengatasi hyperpigmentasi kulit seperti dark spot dan warna kulit yang tidak rata.

kojie.san juga sudah BPOM, sudah teruji klinis, dermatology  tested, sulafete free dan paraben free jadi aman untuk kulit kita.

Review kojie.san Skin Lightening Soap

Sabun kojie.san dapat mencerahkan kulit dua kali lipat lebih cerah
kojie.san skin lightening soap. Dokumen pribadi


kojie.san Skin Lightening Soap dikemas dengan box berwarna putih bergambar muka geisha. Sejak dulu design box kojie.san memang minimalis, dengan dominan putih sebagai ciri khas. Kekhasan inilah  yang membuatku merasa lebih mudah untuk mengenali sabun kojie.san di rak supermarket. 

Perlu diingat bahwa kojie.san yang asli boxnya dominan warna putih, bergambar geisha dengan tulisan Kojie, tanda titik merah agak besar dilanjutkan tulisan San. 

Saat box sabun kojie.san dibuka, akan terlihat sabun batang berwarna orange yang dikemas dengan plastik bertuliskan kojie.san. Nah waktu plastiknya dibuka, akan tercium wangi jeruk segar, yang sukses membuatku ingin cepat-cepat merasakan kesegarannya alias jadi ingin cepat-cepat mandi.

Sabun kojie.san berwarna orange cerah dan wangi jeruk
Sabun kojie.san berwarna orange dengan semerbak wangi jeruk segar. Dokumen pribadi

Untuk penggunaan sabun kojie.san sama seperti sabun mandi pada umumnya. kojie.san Soap memberikan busa yang melimpah saat digosokkan ke badan. Setelah itu tinggal dibilas dengan air bersih sampai kulit akan terasa bersih dan segar. Untuk hasil yang maksimal, bisa ditambahkan penggunaan lotion kojie.san setiap selesai mandi, dua kali sehari.  

Untuk menyimpan kojie.san Soap diperlukan tempat penyimpanan yang kering karena sabun ini sangat mudah larut jika terkena air. Nah supaya lebih hemat, biasanya aku menggunakan  kojie.san Soap dengan cara dipotong-potong kecil. Tips ini dulu aku dapatkan waktu masih sering nongkrong di female daily dan masih aku pakai sampai sekarang.

 

Review kojie.san Skin Lightening Body Lotion with Hydromoist

Lotion kojie.san dapat mengunci kelembaban kulit selama 72 jam
kojie.san skin lightening body lotion with hydromoist dokpri


Dulu aku sempat kebingungan memilih lotion setelah mandi menggunakan sabun kojie.san. Tapi sekarang udah nggak perlu bingung lagi karena ada Kojie San Skin Lightening Body Lotion with Hydromoist .

Kandungan bahan utama berupa Kojic Acid yang dapat mencerahkan dan meratakan warna  kulit, ditambah dengan bahan tambahan seeprti niacinamide, collagen,glycerin dan rosehip oil.

Dalam lotion ini juga digunakan dua teknologi terbaru yaitu Hydromoist dan Zero Pigment Light.

 Hydromoist  adalah teknologi untuk menghidrasi dan mengunci kelembaban kulit. Sementara itu Zero Pigment Light adalah sistem pencerah unik yang efektif menghantarkan bahan aktif, agar diserap di area kulit yang tepat, sehingga dapat mengembalikan tone kulit ke warna semula yang lebih cerah.

Tekstur lotion kojie.san creamy dan mudah meresap ke dalam kulit
Tekstur lotion ini tuh creamy tapi mudah meresap ke dalam kulit dan mengunci kelembaban kulit selama 72 jam. Dokpri


Kemasan Kojie San Skin Lightening Body Lotion with Hydromoist ini menggunakan tube 100 gram yang aman untuk dibawa bepergian. Nah untuk tektur lotionnya creamy namun tidak lengkat dan mudah diserap oleh kulit. Selain itu, wangi jeruk segar tetap mendominasi lotion ini.

Biasanya aku menggunakan lotion sehabis mandi . Cara penggunaan lotion sama seperti lotion pada umumnya yaitu oleskan secara merata ke seluruh tubuh. Untuk hasil yang maksimal bisa digunakan dua kali sehari setelah mandi dengan kojie.san bar soap.

 

Hasil Penggunaan kojie.san

Hasil penggunaan Kojie San dalam waktu 14 hari
Hasil penggunaan rangkaian produk kojie.san dalam waktu 14 hari


Setelah menggunakan rangkaian produk kojie.san selama kurang lebih selama dua minggu, aku merasa kulitku lebih cerah dan belang-belang yang berbentuk sendal jepit pada punggung kaki mulai memudar.  Selain itu kulit terasa lebih halus,wangi dan tetap lembab meskipun aku sudah beraktifitas seharian di rumah.  

Mengingat manfaat kojie.san yang sangat membantu dalam mencerahkan dan meratakan  warna kulit, serta mengembalikan warna kulit ke tone semula membuatku setia sama kojie.san. Apalagi sekarang kojie.san mudah didapatkan karena tersedia di e-commerce dan supermarket terdekat yang harganya sangat terjangkau. 

Wah makin nggak bisa pindah ke lain hati…eh lain produk maksudnya.

Namun kadang aku merasa agak ribet dengan kemasan bar sabun kojie.san yang harus dipotong-potong supaya hemat dan yang teksturnya mudah mencair setelah terkena air.  Semoga kedepannya kojie.san mengeluarkan sabun pencerah kulit dalam bentuk cair atau justru yang teksturnya tidak mudah mencair namun manfaatnya tetap sama seperti skin lightening soap saat ini.

Nah buat teman-teman yang punya permasalahan kulit seperti kulit kusam, belang-belang dan warnanya tidak rata atau ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah, yuk segera cobain rangkaian produk kojie.san (Kojie San Lightening Body Soap dan Kojie San Lightening Body Lotion) dan cek hasilnya selama penggunaan rutin 14 hari. Nah jangan lupa ceritakan pengalaman pakai kojie.san di kolom komentar ya. Terima kasih

 

Pengalaman Pertama Naik MRT Jakarta

1 komentar

Pengalaman pertama menggunakan MRT Jakarta
Pengalaman pertama naik MRT Jakarta. Dokpri


MRT (Mass Rapid Trans) adalah sistem transportasi massal yang menggunakan rel atau lebih dikenal dengan kereta bawah tanah yang beroperasi di Jakarta. Pengalaman pertama naik MRT Jakarta aku dapatkan saat mengunjungi ibu kota pada bulan Juni 2022. Meskipun kasus covid sudah mulai landai, namun aku tetap menerapkan protokol kesehatan saat menggunakan transportasi umum seperti saat naik MRT.

MRT Jakarta menghubungkan stasiun Lebak Bulus dengan stasiun bundaran HI yang melewati beberapa stasiun lainnya. Sampai saat ini jalur MRT Jakarta yang sudah beroperasi adalah sepanjang 15,7km.

Peta Stasiun MRT Jakarta
Dokumen : website MRT Jakarta


Rute MRT Jakarta melewati beberapa stasiun diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Stasiun Lebak Bulus
  2. Stasiun Fatmawati
  3. stasiun Cipete Raya
  4. Stasiun Haji Nawi
  5. Stasiun Blok A
  6. Stasiun blok M 
  7. Stasiun ASEAN
  8. Stasiun Senayan
  9. Stasiun Istora Mandiri
  10. Stasiun Bendungan Hilir
  11. Stasiun Astra
  12. stasiun Dukuh Atas BNI
  13. Stasiun Bundaran HI

Sementara itu untuk jadwal operasional MRT, terdapat perbedaaan jam buka pada hari kerja dan akhir pekan. Pada hari kerja, MRT mulai beroperasi pada pukul 05.00 sampai pukul 23.00. Sedangkan untuk akhir pekan (weekend), jam operasional MRT dimulai pada pukul 06.00 sampai 23.00. Pada jam-jam sibuk jarak waktu keberangkatan MRT setiap 5 menit sekali, tetapi diluar jam sibuk MRT akan berangkat setiap 10 menit sekali.

Pengalaman Pertama Naik MRT Jakarta

Sebagian stasiun MRT Jakarta letaknya dibawah tanah
Mencoba naik MRT untuk pertama kalinya.
Dokumen pribadi

Sebelum menggunakan MRT Jakarta, aku menyempatkan diri untuk browsing dulu beberapa hal penting tentang MRT, salah satunya adalah panduan menggunakan MRT Jakarta supaya perjalananku lancar.  Setelah dirasa cukup paham dengan panduan tersebut, aku memutuskan untuk pakai aplikasi MRT Jakarta saja karena terasa lebih praktis daripada pakai e-money atau kartu lainnya. Untuk cara membeli tiket MRT Jakarta ada dibawah ini ya.

Cara Membeli Tiket MRT Jakarta

Tangkapan layar aplikasi MRT Jakarta


  1. Download Aplikasi MRT J di Playstore
  2. Daftar/registrasi akun MRT J terlebih dahulu
  3. Log in akun MRT J
  4. Pilih Tiket
  5. Klik Beli Tiket, isi stasiun keberangkatan dan tujuan. Jika akan bepergian sendiri bisa memilih tiket satuan, dan apabila ingin menggunakan MRT bersama keluarga bisa memilih tiket grup maksimal 5 orang. Untuk tiket MRT yang akan dibeli pun ada pilihan sekali jalan atau pulang pergi.
  6. Bayar tiket menggunakan beberapa metode pembayaran yang tersedia. Nah disini aku pakai metode pembayaran LinkAja karena merasa lebih mudah dan praktis.
  7. Konfirmasi pembayaran dan akan mendapatkan QR Code. Nah QR Code ini tuh digunakan untuk masuk dan keluar gerbang stasiun MRT
Tarif MRT Jakarta tahun 2022.


Cara Naik MRT untuk Pemula

Tiket MRT sudah ditangan, akupun siap untuk berangkat menuju stasiun tujuan supaya tidak telat untuk mengikuti sebuah acara. Dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan KRL dari stasiun Cikarang, aku akhirnya sampai di stasiun Sudirman. Nah anak-anak Citayam Fashion Week juga pasti pada turun disini, jadi tidak heran kalau mulai dari underpass yang menghubungkan stasiun Sudirman sampai stasiun Dukuh Atas BNI ini sering ramai. 

Hanya dengan berjalan kaki lima menit dari stasiun Sudirman, aku sampai di depan stasiun Dukuh Atas BNI. Terlihat beberapa petugas di depan stasiun yang siap membantu calon pengguna MRT sekaligus mengingatkan untuk scan QR Code peduli lindungi. Oh iya rute yang akan aku tempuh adalah Stasiun Dukuh Atas BNI sampai stasiun Senayan, harga tiketnya hanya Rp 5000 saja.

Harga tiket MRT dari Dukuh Atas ke Senayan


Memasuki stasiun yang ada dibawah tanah, sinyal di smartphoneku mulai hilang. Tapi tenang saja karena masih ada wifi stasiun yang bisa digunakan hanya untuk membuka aplikasi MRT J. 

Gate MRT di stasiun Dukuh Atas BNI. Dokpri


Nah sebelum naik MRT, kita harus memperhatikan beberapa gate untuk scan tiket karena gate yang bisa digunakan untuk scan QR Code dan tap e money berbeda. Aku sempat agak kebingungan untuk scan tiket, beruntung sekali ada petugas yang siap membantu. Jadi gate untuk scan tiket MRT yang berupa QR Code itu terpisah dengan gate yang digunakan untuk tap e-money atau kartu MRT.

Setelah memasuki peron, petugas akan membantu mengatur flow penumpang supaya tidak berebut saat akan masuk MRT. Penumpang yang turun akan diprioritaskan terlebih dahulu daripada yang akan naik. 

Suasana di dalam MRT pagi itu masih sepi dan terasa sangat dingin, hanya beberapa petugas keamanan terlihat berkeliling gerbong sambil mengingatkan penumpang untuk tidak berbicara selama di dalam kereta. Dari stasiun Dukuh Atas BNI ke stasiun Senayan terasa sangat singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit saja. 

Kesimpulan



Menggunakan MRT Jakarta bisa menjadi pilihan yang tepat saat bepergian ke ibu kota karena dapat menghemat waktu, terhindar dari macet dan nyaman karena tidak bising seperti di kereta api. Selain itu harga tiket MRT juga sangat terjangkau dan sudah bisa dibeli menggunakan aplikasi MRT J yang lebih praktis. 

Dari segi pelayanan, petugas MRT sigap membantu pengguna MRT yang masih pemula seperti aku. Jadi nggak khawatir naik MRT lagi. Stasiun MRT juga sudah dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, tempat ibadah dan toilet yang bersih.  

Jadi apakah kalian tertarik mencoba naik MRT Jakarta?

Stasiun MRT Dukuh Atas BNI

Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia

10 komentar

Langkah kecil untuk menjaga hutan Indonesia
Hutan yang ada di dekat rumah nenek. dokumen pribadi

 

Akhir-akhir ini aku sering ngajak si kecil untuk nonton video keindahan hutan Kalimantan di channel youtube keluarga Kalaweit. Pohon-pohon yang tinggi di hutan hujan tropis pulau Kalimantan ternyata sangat indah. Dengan memperkenalkan bahwa hutan adalah rumah bagi flora dan fauna melalui tayangan yang tepat, menurutku ini adalah sebuah langkah awal bagi si kecil untuk mencintai hutan dan menjaga hutan Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa mempunyai hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia. Oleh karena itu hutan Indonesia sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Hutan hujan tropis yang luas terletak di pulau Kalimantan.

Ngomongin soal luas hutan Indonesia, menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luasnya mencapai 91,4 hektar atau 50,1 % dari luas daratan pada tahun 2019. Selain memiliki hutan hujan tropis yang luas di Kalimantan, ternyata negara ini  juga memiliki beberapa jenis hutan lainnya. Yaitu hutan bakau, hutan mangrove, hutan gugur, hutan lumut, hutan rawa, hutan musim, sabana dan stepa.

Kekayaan hutan Indonesia tidak terbatas pada keanekaragaman hayatinya saja, tapi juga keanekaragaman hewani yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. 

berwisata ke hutan kota tanpa meninggalkan sampah
berwisata ke hutan kota Deltamas. dokumen pribadi


Oh iya untuk hasil hutan Indonesia diantaranya kayu, damar, resin, minyak kayu putih dan masih banyak lagi.  Tentu saja #IndonesiaBikinBangga dengan #HutanKitaSultan ya. Namun kondisi hutan Indonesia saat ini bisa dikatakan tidak baik-baik saja.

 

Ancaman terhadap Hutan Indonesia Sudah di Depan Mata

Ditengah kebanggaan kita akan hutan Indonesia yang sangat kaya, ternyata terdapat berbagai ancaman yang sudah ada di depan mata,  seperti dibawah ini.

Deforestasi Hutan/Penggundulan Hutan

Deforestasi hutan oleh perorangan ataupun untuk industri ini sangat nyata. Pengalaman melihat sendiri deforestasi hutan pernah aku alami. Sewaktu kecil dan tinggal dengan nenek di salah satu desa yang tidak jauh dari hutan, aku terbiasa melihat warga yang dengan sengaja menebang pepohonan di hutan.

Suara gergaji mesin yang sedang menumbangkan pepohonan besar seringkali terdengar dari sisi lain bukit. Padahal setauku tempat itu merupakan hutan “tutupan” yang tidak boleh ditebang pohonya tetapi masih boleh diambil hasil hutannya seperti kemiri, merica bolong dan daun kayu putih. Kayu-kayu dari hutan kemudian dibawa ke dekat jalan raya untuk diangkut oleh truk-truk besar yang akan datang di hari-hari tertentu.

hutan di sekitar desa masih hijau
suasana pagi di desa Kalibiru, sekarang terlihat hutannya masih hijau karena sudah tidak ada deforestasi hutan. dokumen pribadi


Akibat dari deforestasi hutan yang sudah terjadi bertahun-tahun, desa nenek seringkali kekurangan air bersih di musim kemarau. Perbukitan menjadi gersang dan warga tidak bisa bercocok tanam karena kekeringan. Nah baru pada tahun 1996 diresmikan bendungan atau waduk Sermo, yang digunakan untuk menampung air hujan dan dapat menyuplai air bersih ke desa tempat nenek tinggal.

 

Pencemaran Hutan dengan Sampah

Sekarang hutan di desa nenek sudah berubah menjadi tempat wisata yang terkenal. Namun seperti masalah pada umumnya yaitu sampah di hutan semakin banyak. Pencemaran hutan dengan sampah ini sangat membahayakan kelangsungan ekosistem hutan loh. 

Menurut Waste4change sampah anorganik yang sulit terurai akan membuat lapisan tanah susah ditembus oleh akar tanaman. Jadi tanamannya sulit tumbuh dengan baik. Selain itu sampah yang menumpuk dapat menghalangi air hujan untuk menembus ke dalam tanah sehingga menghambat proses penyerapan mineral. 

Nah dampak jangka panjangnya tentu saja akan menyebabkan berkurangnya mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah. Sampah juga dapat mencemari sumber air yang ada di hutan. Kalau airnya sudah tercemar, tentu tidak bisa dikonsumsi oleh kita karena akan menyebabkan penyakit seperti kolera, diare disentri dan lainnya.

 

Kebakaran Hutan

kebakaran hutan. Gambar oleh Ylvers (Pixabay)

Kebakaran hutan di Indonesia seringkali menyita perhatian dunia. Bahkan Wahli sampai menuliskan  kebakaran hutan ini sudah seperti agenda tahunan. Setiap memasuki musim kemarau di Indonesia, pasti ada saja hutan yang terbakar. Menurut harian Republika, dari awal tahun 2022 sampai tanggal 27 Juli 2022 sudah terjadi 131 peristiwa kebakaran hutan dan lahan. 

Kebakaran hutan mengakibatkan punahnya flora dan fauna yang tinggal di hutan, serta berdampak langsung pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Selain itu asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan infeksi mata.

 

Perburuan Satwa Liar

Hutan merupakan rumah untuk berbagai jenis flora dan fauna, termasuk satwa liar. Nah perburuan satwa liar ini tentu akan membuat ekosistem di hutan menjadi tidak seimbang. Nah jika ekosistemnya saja tidak seimbang, tentu saja akan berpengaruh ke rantai makanan.

Ya misalnya gini deh, kalau monyet yang biasanya makan buah-buahan di hutan sudah habis diburu, nanti siapa yang akan membantu penyebaran biji-bijian di hutan. Terus predator puncak mau makan apa kalau monyet sebagai salah satu makanan mereka udah nggak ada?

Bahaya yang mengancam dari perburuan satwa liar lainnya adalah penyakit zoonosis. Bisa saja bakteri yang menempel di salah satu hewan liar itu kelihatannya tidak berbahaya bagi hewan tersebut. Tetapi ternyata sangat berbahaya bagi manusia dan menyebabkan penyakit yang sulit diobati.

 

Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia dimulai dari Keluarga

Mengingat berbagai macam ancaman terhadap hutan Indonesia, berikut ini beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Mengurangi Penggunaan Kertas dan Tissue

Tau nggak sih kalau untuk produksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon yang sudah berusia 5 tahun dan 40 lembar tissue dibuat dari 1 pohon yang berusia 6 tahun? Bisa terbayangkan kalau dalam 1 bulan penggunaan kertas atau tissue kita tuh dari berapa pohon?

Setelah membaca beberapa artikel yang membahas tentang dampak penggunaan kertas dan tissue bagi hutan, aku semakin yakin untuk mengurangi pembelian kedua benda ini.

Sampai saat ini aku selalu mengajak si kecil untuk menggunakan tissue seminimal mungkin. Kalau habis cuci tangan sebisa mungkin dikeringkan menggunakan handuk atau lap saja, tidak perlu pakai tissue. Selain itu keluargaku juga memanfaatkan kertas bekas dari kantor. Kertas bekas itu biasanya digunakan si kecil untuk belajar mewarnai, menggambar dan menulis huruf. 

Kalau sudah penuh dengan coretan si kecil, kertas bekas akan berpindah ke dapur untuk dijadikan alas kompor. Semua ini kami lakukan #UntukmuBumiku

 

Tidak Meninggalkan atau Membuang Sampah Sembarangan di Hutan

Semakin banyak hutan yang dibuka untuk tempat wisata, tempat berkemah dan sebagainya seringkali membuat masalah baru yaitu sampah yang ditinggalkan. Bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan saat mengunjungi hutan ini penting sekali untuk menjaga kelestarian hutan.

Jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah
jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah. dokpri

Saat aku mengajak si kecil naik ke hutan wisata yang ada di tempat nenek, biasanya kami menjadi #TeamUpforImpact dengan membawa bekal minum sendiri pakai tumbler dan meminimalisir sampah. Kalaupun ada bekas tissue yang habis digunakan buat ngelap keringat, biasanya dimasukin saku aja sampai nanti dibuang saat menemukan tempat sampah.

Tidak Memelihara Satwa Liar

harimau sumatera yang terancam punah nggak usah dipelihara di rumah. kalau pengen banget kan bisa pelihara kucing aja yang masih satu family sama harimau. dok : Annabel_P (pixabay)

Nah ini juga sangat penting, satwa liar rumahnya di hutan dan keberadaanya menjadi ekosistem keseimbangan hutan. Jadi tidak usah “aneh-aneh” memelihara satwa liar di rumah, cukup pelihara hewan yang sudah didomestifikasi saja seperti kucing, anjing dan hewan ternak. 

Berbagai artikel dan thread twitter yang ditulis oleh orang yang berkompeten di bidangnya seperti drh Purbo sudah cukup menjelaskan bahwa hewan liar punya fungsi penting dalam keseimbangan ekosistem.

 

Berdonasi

Untuk menjaga kelestarian hutan, kita juga bisa berdonasi untuk hutan. Namun donasi itu nggak dibatasi dengan uang saja lho. Sekarang dengan mendengarkan sebuah lagu juga sudah bisa berdonasi. Loh kok bisa? Ya bisa dong. 

Makannya yuk luangkan waktu untuk mendengarkan lagu yang berjudul “Dengar Alam Bernyanyi” di Spotify atau Apple Music karena royalti dari lagu tersebut akan digunakan untuk perlindungan hutan di Indonesia.

 

Hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam
hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam, namun harus terus dijaga kelestariannya. dokpri

Hutan Indonesia tuh sangat luas, bahkan mencapai 50,1% dari total daratan. Namun berbagai ancaman terhadap hutan terlihat sangat nyata, di depan mata kita.  Oleh karena itu diperlukan berbagai langkah kecil yang bisa kita mulai dari lingkup keluarga seperti mengurangi penggunaan tissue dan kertas, tidak meninggalkan sampah di hutan, tidak memelihara satwa liar dan meluangkan waktu untuk mendengarkan lagu #DengarAlamBernyayi di Spotify atau Apple music karena royalti lagu tersebut akan digunakan untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. 

Jadi yuk kita bergandengan tangan untuk menjaga hutan Indonesia dimulai dari lingkup terdekat yaitu keluarga. 

 



Referensi :

https://lindungihutan.com/blog/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia/

https://travel.detik.com/travel-news/d-5800615/apakah-indonesia-masih-menjadi-paru-paru-dunia.

https://www.republika.co.id/berita/rfrdis485/sudah-131-kebakaran-hutan-terjadi-tahun-ini

https://waste4change.com/blog/bagaimana-sampah-memengaruhi-hutan-dan-sumber-air/

https://www.walhi.or.id/kebakaran-hutan-dan-lahan-menolak-lupa-terhadap-kejahatan-korporasi

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2014/Dampak-Penggunaan-Kertas-dan-Tisu-Bagi-Hutan/?amp