Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia

10 komentar

Langkah kecil untuk menjaga hutan Indonesia
Hutan yang ada di dekat rumah nenek. dokumen pribadi

 

Akhir-akhir ini aku sering ngajak si kecil untuk nonton video keindahan hutan Kalimantan di channel youtube keluarga Kalaweit. Pohon-pohon yang tinggi di hutan hujan tropis pulau Kalimantan ternyata sangat indah. Dengan memperkenalkan bahwa hutan adalah rumah bagi flora dan fauna melalui tayangan yang tepat, menurutku ini adalah sebuah langkah awal bagi si kecil untuk mencintai hutan dan menjaga hutan Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa mempunyai hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia. Oleh karena itu hutan Indonesia sering disebut sebagai salah satu paru-paru dunia. Hutan hujan tropis yang luas terletak di pulau Kalimantan.

Ngomongin soal luas hutan Indonesia, menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) luasnya mencapai 91,4 hektar atau 50,1 % dari luas daratan pada tahun 2019. Selain memiliki hutan hujan tropis yang luas di Kalimantan, ternyata negara ini  juga memiliki beberapa jenis hutan lainnya. Yaitu hutan bakau, hutan mangrove, hutan gugur, hutan lumut, hutan rawa, hutan musim, sabana dan stepa.

Kekayaan hutan Indonesia tidak terbatas pada keanekaragaman hayatinya saja, tapi juga keanekaragaman hewani yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. 

berwisata ke hutan kota tanpa meninggalkan sampah
berwisata ke hutan kota Deltamas. dokumen pribadi


Oh iya untuk hasil hutan Indonesia diantaranya kayu, damar, resin, minyak kayu putih dan masih banyak lagi.  Tentu saja #IndonesiaBikinBangga dengan #HutanKitaSultan ya. Namun kondisi hutan Indonesia saat ini bisa dikatakan tidak baik-baik saja.

 

Ancaman terhadap Hutan Indonesia Sudah di Depan Mata

Ditengah kebanggaan kita akan hutan Indonesia yang sangat kaya, ternyata terdapat berbagai ancaman yang sudah ada di depan mata,  seperti dibawah ini.

Deforestasi Hutan/Penggundulan Hutan

Deforestasi hutan oleh perorangan ataupun untuk industri ini sangat nyata. Pengalaman melihat sendiri deforestasi hutan pernah aku alami. Sewaktu kecil dan tinggal dengan nenek di salah satu desa yang tidak jauh dari hutan, aku terbiasa melihat warga yang dengan sengaja menebang pepohonan di hutan.

Suara gergaji mesin yang sedang menumbangkan pepohonan besar seringkali terdengar dari sisi lain bukit. Padahal setauku tempat itu merupakan hutan “tutupan” yang tidak boleh ditebang pohonya tetapi masih boleh diambil hasil hutannya seperti kemiri, merica bolong dan daun kayu putih. Kayu-kayu dari hutan kemudian dibawa ke dekat jalan raya untuk diangkut oleh truk-truk besar yang akan datang di hari-hari tertentu.

hutan di sekitar desa masih hijau
suasana pagi di desa Kalibiru, sekarang terlihat hutannya masih hijau karena sudah tidak ada deforestasi hutan. dokumen pribadi


Akibat dari deforestasi hutan yang sudah terjadi bertahun-tahun, desa nenek seringkali kekurangan air bersih di musim kemarau. Perbukitan menjadi gersang dan warga tidak bisa bercocok tanam karena kekeringan. Nah baru pada tahun 1996 diresmikan bendungan atau waduk Sermo, yang digunakan untuk menampung air hujan dan dapat menyuplai air bersih ke desa tempat nenek tinggal.

 

Pencemaran Hutan dengan Sampah

Sekarang hutan di desa nenek sudah berubah menjadi tempat wisata yang terkenal. Namun seperti masalah pada umumnya yaitu sampah di hutan semakin banyak. Pencemaran hutan dengan sampah ini sangat membahayakan kelangsungan ekosistem hutan loh. 

Menurut Waste4change sampah anorganik yang sulit terurai akan membuat lapisan tanah susah ditembus oleh akar tanaman. Jadi tanamannya sulit tumbuh dengan baik. Selain itu sampah yang menumpuk dapat menghalangi air hujan untuk menembus ke dalam tanah sehingga menghambat proses penyerapan mineral. 

Nah dampak jangka panjangnya tentu saja akan menyebabkan berkurangnya mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah. Sampah juga dapat mencemari sumber air yang ada di hutan. Kalau airnya sudah tercemar, tentu tidak bisa dikonsumsi oleh kita karena akan menyebabkan penyakit seperti kolera, diare disentri dan lainnya.

 

Kebakaran Hutan

kebakaran hutan. Gambar oleh Ylvers (Pixabay)

Kebakaran hutan di Indonesia seringkali menyita perhatian dunia. Bahkan Wahli sampai menuliskan  kebakaran hutan ini sudah seperti agenda tahunan. Setiap memasuki musim kemarau di Indonesia, pasti ada saja hutan yang terbakar. Menurut harian Republika, dari awal tahun 2022 sampai tanggal 27 Juli 2022 sudah terjadi 131 peristiwa kebakaran hutan dan lahan. 

Kebakaran hutan mengakibatkan punahnya flora dan fauna yang tinggal di hutan, serta berdampak langsung pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Selain itu asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dan infeksi mata.

 

Perburuan Satwa Liar

Hutan merupakan rumah untuk berbagai jenis flora dan fauna, termasuk satwa liar. Nah perburuan satwa liar ini tentu akan membuat ekosistem di hutan menjadi tidak seimbang. Nah jika ekosistemnya saja tidak seimbang, tentu saja akan berpengaruh ke rantai makanan.

Ya misalnya gini deh, kalau monyet yang biasanya makan buah-buahan di hutan sudah habis diburu, nanti siapa yang akan membantu penyebaran biji-bijian di hutan. Terus predator puncak mau makan apa kalau monyet sebagai salah satu makanan mereka udah nggak ada?

Bahaya yang mengancam dari perburuan satwa liar lainnya adalah penyakit zoonosis. Bisa saja bakteri yang menempel di salah satu hewan liar itu kelihatannya tidak berbahaya bagi hewan tersebut. Tetapi ternyata sangat berbahaya bagi manusia dan menyebabkan penyakit yang sulit diobati.

 

Langkah Kecil Untuk Menjaga Hutan Indonesia dimulai dari Keluarga

Mengingat berbagai macam ancaman terhadap hutan Indonesia, berikut ini beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Mengurangi Penggunaan Kertas dan Tissue

Tau nggak sih kalau untuk produksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon yang sudah berusia 5 tahun dan 40 lembar tissue dibuat dari 1 pohon yang berusia 6 tahun? Bisa terbayangkan kalau dalam 1 bulan penggunaan kertas atau tissue kita tuh dari berapa pohon?

Setelah membaca beberapa artikel yang membahas tentang dampak penggunaan kertas dan tissue bagi hutan, aku semakin yakin untuk mengurangi pembelian kedua benda ini.

Sampai saat ini aku selalu mengajak si kecil untuk menggunakan tissue seminimal mungkin. Kalau habis cuci tangan sebisa mungkin dikeringkan menggunakan handuk atau lap saja, tidak perlu pakai tissue. Selain itu keluargaku juga memanfaatkan kertas bekas dari kantor. Kertas bekas itu biasanya digunakan si kecil untuk belajar mewarnai, menggambar dan menulis huruf. 

Kalau sudah penuh dengan coretan si kecil, kertas bekas akan berpindah ke dapur untuk dijadikan alas kompor. Semua ini kami lakukan #UntukmuBumiku

 

Tidak Meninggalkan atau Membuang Sampah Sembarangan di Hutan

Semakin banyak hutan yang dibuka untuk tempat wisata, tempat berkemah dan sebagainya seringkali membuat masalah baru yaitu sampah yang ditinggalkan. Bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan saat mengunjungi hutan ini penting sekali untuk menjaga kelestarian hutan.

Jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah
jalan-jalan ke hutan tanpa meninggalkan sampah. dokpri

Saat aku mengajak si kecil naik ke hutan wisata yang ada di tempat nenek, biasanya kami menjadi #TeamUpforImpact dengan membawa bekal minum sendiri pakai tumbler dan meminimalisir sampah. Kalaupun ada bekas tissue yang habis digunakan buat ngelap keringat, biasanya dimasukin saku aja sampai nanti dibuang saat menemukan tempat sampah.

Tidak Memelihara Satwa Liar

harimau sumatera yang terancam punah nggak usah dipelihara di rumah. kalau pengen banget kan bisa pelihara kucing aja yang masih satu family sama harimau. dok : Annabel_P (pixabay)

Nah ini juga sangat penting, satwa liar rumahnya di hutan dan keberadaanya menjadi ekosistem keseimbangan hutan. Jadi tidak usah “aneh-aneh” memelihara satwa liar di rumah, cukup pelihara hewan yang sudah didomestifikasi saja seperti kucing, anjing dan hewan ternak. 

Berbagai artikel dan thread twitter yang ditulis oleh orang yang berkompeten di bidangnya seperti drh Purbo sudah cukup menjelaskan bahwa hewan liar punya fungsi penting dalam keseimbangan ekosistem.

 

Berdonasi

Untuk menjaga kelestarian hutan, kita juga bisa berdonasi untuk hutan. Namun donasi itu nggak dibatasi dengan uang saja lho. Sekarang dengan mendengarkan sebuah lagu juga sudah bisa berdonasi. Loh kok bisa? Ya bisa dong. 

Makannya yuk luangkan waktu untuk mendengarkan lagu yang berjudul “Dengar Alam Bernyanyi” di Spotify atau Apple Music karena royalti dari lagu tersebut akan digunakan untuk perlindungan hutan di Indonesia.

 

Hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam
hutan difungsikan sebagai tempat wisata alam, namun harus terus dijaga kelestariannya. dokpri

Hutan Indonesia tuh sangat luas, bahkan mencapai 50,1% dari total daratan. Namun berbagai ancaman terhadap hutan terlihat sangat nyata, di depan mata kita.  Oleh karena itu diperlukan berbagai langkah kecil yang bisa kita mulai dari lingkup keluarga seperti mengurangi penggunaan tissue dan kertas, tidak meninggalkan sampah di hutan, tidak memelihara satwa liar dan meluangkan waktu untuk mendengarkan lagu #DengarAlamBernyayi di Spotify atau Apple music karena royalti lagu tersebut akan digunakan untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. 

Jadi yuk kita bergandengan tangan untuk menjaga hutan Indonesia dimulai dari lingkup terdekat yaitu keluarga. 

 



Referensi :

https://lindungihutan.com/blog/9-jenis-hutan-dan-ciri-hutan-di-indonesia/

https://travel.detik.com/travel-news/d-5800615/apakah-indonesia-masih-menjadi-paru-paru-dunia.

https://www.republika.co.id/berita/rfrdis485/sudah-131-kebakaran-hutan-terjadi-tahun-ini

https://waste4change.com/blog/bagaimana-sampah-memengaruhi-hutan-dan-sumber-air/

https://www.walhi.or.id/kebakaran-hutan-dan-lahan-menolak-lupa-terhadap-kejahatan-korporasi

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2014/Dampak-Penggunaan-Kertas-dan-Tisu-Bagi-Hutan/?amp

Sumber Hidangan, Toko Roti Legendaris di Bandung yang Wajib Dikunjungi

20 komentar

 

toko roti legendaris di Bandung, Sumber Hidangan
roti klasik dengan rasa otentik di toko Roti Sumber Hidangan.
dokumen pribadi

Sumber Hidangan, sebuah toko roti legendaris di Bandung yang wajib dikunjungi. Daya tarik utama toko roti ini adalah kehadiran bermacam-macam roti klasik dan nuansa tempo dulu, yang membuat kita seolah dibawa ke dalam masa kolonial.

Sumber Hidangan yang bernama asli Het Snoephuis (yang berarti Rumah Manis) sudah berdiri sejak tahun 1929. Jika dibandingkan dengan umur toko roti lainnya, Sumber Hidangan dapat dikatakan sebagai toko roti tertua yang berdiri di kota Bandung. sementara nama "Sumber Hidangan" baru mulai digunakan di tahun 60-an.

Terletak di Kawasan Braga, tepatnya di jalan Braga nomor 22-24, Sumber Hidangan sangat mudah dijangkau oleh berbagai macam moda transportasi.  Namun yang seringkali membingungkan adalah toko ini tidak pernah memasang plang nama, jadi harus cermat dan jeli untuk menemukan toko roti yang didepannya dipenuhi lukisan ini.

papan nama toko roti Sumber Hidangan
papan nama toko roti Sumber Hidangan terdapat di dalam toko saja.
dokumen pribadi


Sumber Hidangan buka dari  pagi sampai sore saja, yaitu pukul 9.30 sampai pukul 16.00 WIB. Waktu aku mengunjungi toko ini pada pukul 10.00 para pengunjung sudah berdatangan dan suasana mulai ramai.

 

Sumber Hidangan Menghadirkan Nuansa Tempo Dulu

Suasana pagi setelah buka di toko Sumber Hidangan
suasana pagi sesaat setelah buka di Sumber Hidangan. dokumen pribadi


Saat pertama kali memasuki  toko roti Sumber Hidangan, seperti memasuki lorong waktu yang membawa kita kepada suasana tempo dulu, lebih tepatnya di masa kolonial. Bangunan toko sama sekali belum pernah direnovasi besar-besaran. Bangunan masih menggunakan arsitektur yang terkenal pada masa kolonial. Hal itu terlihat dari langit-langit toko yang tinggi dengan lampu-lampu yang menjuntai.

Kemudian masih terdapat tegel jadul yang berwarna putih tulang dengan bintik-bintik hitam. Perpaduan keduanya sangat serasi, ditambah dengan tembok yang berwarna putih dan interior berbahan kayu yang berwarna cokelat tua.

Aku membayangkan Sumber Hidangan ini dulunya adalah kafé hits, tempat nonkrong para tuan belanda yang tinggal di Bandung.



ruangan dengan nuansa tempo dulu, cocok untuk menikmati roti klasik dan es krim
Ruangan dengan nuansa tempo dulu yang cocok untuk menikmati roti dan es krim.
dokumen pribadi


Di ruangan sebelah, terdapat beberapa meja dan kursi yang terbuat dari rotan. Ruangan ini disediakan untuk pengunjung  toko roti yang ingin menikmati makanannya secara langsung. Di ruangan ini tidak ada colokan listrik atau wifi, jadi benar-benar digunakan untuk menikmati hidangan yang sudah kita beli.

 

Mencicipi Roti dan Es Krim dengan Cita Rasa Otentik

roti dan kue di Sumber Hidangan menggunakan resep otentik yang turun temurun
kue di etalase Sumber Hidangan.dokumen pribadi


Suasana klasik semakin bertambah kala pandangan mata melihat etalase jadul dengan berbagai jenis roti dan kue. Bahkan ada kue kering yang dituliskan menggunakan Bahasa belanda di dalam toples. Karena tidak bisa berbahasa Belanda, aku tidak bisa mengucapkan nama kue tersebut. Tetapi hanya bisa menebak bahwa di dalam toples itu berisi roti kering.

roti kering dinamai dengan bahasa Belanda di Sumber Hidangan
roti kering di dalam toples ini menggunakan bahasa Belanda. dokumen pribadi


Meskipun dikelola oleh generasi kedua, toko roti legendaris di Bandung ini masih konsisten menyediakan bermacam-macam bakery dengan resep jadoel yang ada sejak jaman Belanda. Tidak hanya itu saja, ternyata Sumber Hidangan juga menyediakan es krim dengan resep jadoel yang siap menggoyang lidah.

Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan
Etalase jaman dulu di toko Sumber Hidangan tetap dipertahankan.
dokumen pribadi


Walaupun mengaku sebagai pecinta roti, tapi aku tetap saja bingung saat memilih roti yang ada di Sumber Hidangan. Maklum saja karena pilihannya banyak dan aku sangat “kemaruk” ingin mencoba semuanya. Beruntung sekali pemilik Sumber Hidangan membantuku memberikan rekomendasi beberapa roti yang menjadi andalan mereka.

 “Kalau yang ini adalah sojics brood. Isinya daging sapi, rasanya gurih dan kulitnya renyah mirip kulit bolen pisang”, jelas pemilik Sumber Hidangan sambil menunjukkan Sojics Brood sapi yang ada di etalase.

Akupun mengangguk sambil menjawab, “ Ya pak saya mau mencicipinya satu.” roti sosis jadul itu kemudian sudah berpindah ke piring kecil dengan cepat.

beberapa jenis roti bercitarasa otentik yang aku cicipi


Setelah berkeliling etalase aku memutuskan untuk mencoba es krim vanilla, roti cokelat, kue Soes, Suikerbol dan Socijs brood sapi.  Roti-roti pesananku tadi ditaruh dalam piring kecil berwarna putih dengan garpu kecil dan selanjutnya aku bawa ke meja setelah membayar. Khusus untuk es krim, akan diantarkan oleh pelayan.

Jika rotinya ingin dibungkus, bisa minta dibungkuskan kepada pelayan. Tetapi karena suasana toko roti semakin siang semakin ramai jadi harus sedikit bersabar.  Oh iya untuk pembayarannya, disini aku menggunakan uang tunai, aku tidak sempat menanyakn apakah bisa cashless karena pelayan tokonya sudah mulai sibuk melayani pelanggan yang lain.

roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan
roti yang akan dibawa pulang dibungkus menggunakan kertas roti yang bertuliskan Sumber Hidangan


Sepotong makanan yang masuk ke dalam mulut terkadang membawa sebuah kenangan saat kita benar-benar menikmatinya.

Seperti pagi itu di Sumber Hidangan, sepotong kue Soes jadul yang meluncur ke dalam mulut, membuatku mengingat kembali rasa kue Soes dari toko Oen Semarang. Yup, rasa kedua kue Soes ini hampir sama, sangat jadul, kulitnya lembut,  gurih dengan isian vla yang ringan dan tidak terlalu manis. Kue Soes ini sepertinya cocok sekali untuk menemani minum kopi, duduk santai di kursi rotan dan menikmati suasana Braga.

es krim vanila, roti cokelat dan kue soes dari toko Sumber Hidangan
es krim vanila, roti cokelat dan kue soes.


Untuk Socijs brood sapi, kulit rotinya terasa renyah dan gurih, berpadu dengan daging sapi cincang yang lembut sangat cocok untuk sarapan pagi. Makan satu saja sudah bikin kenyang.

Es krim vanilla disajikan dalam mangkuk eskrim kecil tanpa ada tambahan lain, tidak seperti di toko Oen Semarang.  Jadi kalau di Sumber Hidangan eskrim vanilanya benar-benar polosan. Tanpa menunggu waktu lama, si kecil langsung menghabiskan es krim tersebut jadi aku tidak sempat mencicipinya.  

Sebenarnya aku ingin lebih lama menikmati roti dan suasana klasik di toko roti Sumber Hidangan. Namun karena ada keperluan lain aku segera berkemas untuk melanjutkan perjalanan.

Roti coklat dari Sumber Hidangan menjadi penyelamatku setelah terjebak macet dalam perjalanan menuju stasiun. Tekstur rotinya lembut, dengan lelehan coklat yang lumayan banyak di dalamnya. Ini sangat cocok untuk pecinta cokelat seperti Kanjeng Papi.

Sementara untuk Suikerbol yang mirip dengan Cinnamon roll (atau mungkin nama lain cinnamon roll dalam Bahasa Belanda), tekstur rotinya empuk, rasanya cenderung manis dan wangi kayu manisnya tidak terlalu kuat.

 

Pikiranku Masih Melayang ke Toko Roti Sumber Hidangan

Sambil menikmati Cinnamon roll buatanku siang ini, wangi kayu manisnya masih membuat pikiranku melayang ke toko roti Sumber Hidangan.

Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai
Menjelang siang suasana toko roti Sumber Hidangan semakin ramai


Sumber Hidangan sebagai toko roti legendaris di Bandung masih konsisten menghadirkan roti klasik dan es krim dengan resep yang sudah ada dari jaman Belanda. Toko yang berdiri sejak tahun 1929 ini menawarkan roti jadoel dengan nuansa klasik, yang menjadi daya tarik utamanya bagi pengunjung. Sampai sekarang toko roti dikelola oleh generasi kedua.

Untuk menuju Sumber Hidangan sangat mudah karena terletak di Kawasan Braga. Dengan catatan harus cermat karena tidak ada plang nama yang besar dan didepan toko dipenuhi lukisan. 

harga roti di Sumber Hidangan mulai dari 10-ribu saja
nota pembelian roti dan eskrim di Sumber Hidangan.
dokumen pribadi


Harga roti di Sumber Hidangan menurutku sangat terjangkau, mulai dari 10-ribuan sudah bisa menikmati roti cokelat yang lembut. Toko ini buka di pagi hari sampai sore saja, jadi tidak bisa dikunjungi untuk menikmati senja ya.

Semoga diberikan kesempatan untuk kesana lagi ya karena aku masih penasaran dengan berbagai macam roti/kue bercita rasa otentik lainnya.

 

 

Cara Mudah Beli Tiket KRL pakai Gojek

Tidak ada komentar

 

cara beli tiket krl pakai gojek terasa lebih mudah dan praktis
foto : jawapos.com

Cara beli tiket KRL pakai Gojek terasa lebih mudah dan praktis. Cara membeli tiket KRL melalui fitur Go Transit baru saja resmi dirilis di akhir Juni 2022. Dengan adanya fitur Go Transit, pengguna KRL Commuter line dapat membeli tiket dengan lebih mudah dan praktis tanpa menggunakan kartu. 

Walaupun aku bukan pengguna KRL setiap hari, kemudahan ini tentu saja patut diapresiasi. Beberapa waktu yang lalu aku membeli tiket KRL menggunakan fitur Go Transit dari Gojek. Didorong oleh rasa penasaran untuk mencoba fitur Go Transit, akhirnya jadilah pengalaman seperti yang aku tuliskan disini.

Sebenarnya di rumah aku punya beberapa kartu e-money, tetapi karena menggunakan kartu terasa ribet jadi aku memilih beli tiket KRL pakai Go Transit. Apalagi jarak rumah ke stasiun terdekat sekitar 17km, kalau belum pegang tiket KRL dari rumah khawatir takut kehabisan. 

Ada berbagai cara beli tiket KRL Jabodetabek 2022, tapi menurutku yang paling mudah dan praktis menggunakan Go Transit. Jika pada kartu e-money hanya dapat digunakan oleh satu penumpang dengan minimal saldo sebesar 5000 rupiah, nah pada layanan Go Transit ini sangat berbeda. 

Dalam satu akun gojek, kita bisa membeli tiket KRL untuk beberapa orang sekaligus alias rombongan. Menurut berita yang ditulis oleh cerdas belanja, pembelian tiket KRL melalui fitur Go Transit memungkinkan pengguna untuk membeli sampai 10 tiket.

 

Cara Beli Tiket KRL pakai Gojek

Masuk ke akun Gojek 

halaman utama aplikasi gojek


Pilih fitur Go Transit dan klik beli tiket KRL/ Commuter Line

halaman fitur go transit pada aplikasi gojek


Ketik Stasiun Keberangkatan dan Tujuan, kemudian bayar menggunakan Gopay atau LinkAja. Karena aku tidak punya saldo Gopay, jadi kemarin aku bayarnya pakai LinkAja. 

pembayaran tiket KRL bisa menggunakan Gopay dan LinkAja


Pengguna akan mendapatkan QR Code pada halaman fitur Go Transit. Nah QR Code ini nanti di scan di pintu masuk dan keluar stasiun. Nah kalau mau nambah beli tiket KRL tinggal klik Buy More dan ulangi step-stepnya dari awal.

tiket KRL yang sudah dibeli akan terlihat pada fitur Go Transit


 

Kelebihan Beli Tiket KRL pakai Gojek

Lebih Mudah dan Praktis

Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, membeli tiket KRL pakai gojek ini lebih praktis karena tidak perlu membawa berbagai macam kartu. Selain itu, pembayaran tiket KRL lewat aplikasi Gojek bisa menggunakan Gopay dan LinkAja. Nah aku pilih menggunakan LinkAja karena biaya top up LinkAja  dari bank plat merah masih gratis. Jadi lumayan hemat 1000 rupiah daripada top up Gopay.

Bisa Beli Untuk Rombongan

Bepergian menggunakan KRL bersama -sama akan terasa lebih praktis kalau tiketnya dipegang oleh satu orang. Nah sekarang beli tiket KRL untuk rombongan juga sudah bisa menggunakan Gojek. Misalnya kalau dari Cikarang mau ke Citayam Fashion Week bareng-bareng, tiap orang tidak perlu pegang kartu e-money lagi. Tetapi cukup dikoordinasi oleh satu orang, yang bisa membeli beberapa tiket KRL sekaligus lewat aplikasi Gojek.  

Harga Tiket KRL Langsung Terlihat

Untuk membeli tiket KRL pakai Gojek setauku sampai sekarang tidak ada syarat minimal saldo, karena setiap mengetik stasiun keberangkatan dan tujuan akan langsung keluar tarifnya. Kemarin aku berangkat dari stasiun Cikarang ke stasiun Sudirman harga tiketnya hanya sebesar Rp 5000 per orang. Kemudian tiket KRL ini berlaku selama satu hari, tidak ada batasan harus naik KRL yang jam sekian pokoknya asal naik KRL di hari yang sama dengan kita membeli tiket. Tetapi berangkatnya harus sesuai dengan stasiun yang sudah tercantum pada tiket KRL ya.

Kekurangan Beli Tiket KRL Pakai Gojek

Kekurangan membeli tiket KRL pakai gojek untuk rombongan diperlukan ketelitian dan kesabaran ekstra. Saat membeli tiket untuk rombongan tuh kan belinya harus satu per satu, tidak bisa langsung beli 3 sekaligus seperti membeli tiket MRT. Kemudian saat akan masuk ke stasiun keberangkatan dan keluar di stasiun tujuan juga scan tiketnya satu per satu.  

 

Membeli Tiket KRL Jadi Mudah dan Praktis dengan Go Transit dari Gojek

suasana di peron stasiun Cikarang
suasana di stasiun Cikarang, terlihat beberapa gate untuk scan QR Code KRL.
dokumen pribadi


Beli tiket KRL kini semakin mudah dengan adanya fitur Go Transit pada aplikasi Gojek. Terbosan ini menurutku patut diapresiasi karena sangat membantu untuk yang ingin bepergian naik KRL dengan lebih praktis. Untuk metode pembayaran  tiket KRL, Gojek memberikan dua pilihan yaitu melalui Gopay dan LinkAja. Kemudian untuk tarif tiket KRL dihitung dari tempat asal dan tujuan, jadi tidak memotong saldo dengan tarif terjauh.

Selain itu, pengguna KRL juga bisa membeli tiket KRL untuk rombongan  dalam satu akun gojek. Jadi tidak perlu repot menyiapkan kartu satu per satu saat akan naik KRL. Namun sebaiknya teliti saat membeli tiket rombongan karena tiketnya "beneran” dibeli satu per satu, tidak bisa beberapa sekaligus seperti membeli tiket MRT.

Apakah teman-teman sudah mencoba beli tiket KRL pakai aplikasi Gojek? Aku tunggu ceritanya di kolom komentar ya.